ACEH TENGGARA, newskritik.com
Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional atau disebut juga Hari Literasi Internasional.
Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya literasi sebagai martabat dan hak asasi setiap manusia.
Dalam memperingati HAI tersebut, DPK GMNI STAISES Kutacane kunjungi TK Alesia yang berada di Desa Lawe Sumur Kecamatan Lawe Sumur Kabupaten Aceh Tenggara. Rabu (8/9).
"Peringatan Hari Aksara Internasional terus akan kita lakukan setiap Tahunnya untuk menjaga kesadaran pentingnya melek huruf dalam masyarakat sehingga dapat terus memajukan agenda literasi menuju masyarakat yang lebih melek huruf dan berkelanjutan". Ujar Sarinah Melisa selaku Komisaris DPK GMNI STAISES Kutacane saat di konfirmasi.
"Tahun ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, (Kemendikbudristek) mengangkat tajuk Pemulihan Literasi Digital Indonesia dalam peringatan Hari Aksara Internasional ke-56 2021. Hal ini senada dengan tema HAI 2021 yaitu "Literacy for a human-centered recovery : Narrowing the Digital Divide". Ujar Andri Wulandika, ST selaku Ketua DPC GMNI Aceh Tenggara saat ditemui di TK Alesia.
Andri berharap program pendidikan keaksaraan dapat menjadi lebih adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.
Dalam kegiatan tersebut sejumlah kader DPK GMNI STAISES Kutacane memberikan pendidikan pengenalan aksara alfabet dan aksara hijaiyah beserta konsonan dan vokalnya kepada anak didik di TK Alesia.
Selain itu mereka juga membuat kegiatan cerdas calistung (baca tulis dan menghitung) dengan pola play group, bahkan mereka juga membagikan buku alat tulis untuk membantu pembelajaran aksara kepada para murid.
"Hari Aksara Internasional juga mendorong komitmen serta mengajak seluruh masyarakat dunia untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara. Sejak penyelenggaraan Hari Aksara Internasional pertama pada tahun 1966, peringatan ini akan terus kita lakukan setiap tahun sebagai wujud memajukan agenda keaksaraan di tingkat global, regional, dan nasional". Pungkas Melisa mengakhiri.
Kontributor : Risky Ananda
Editor : Andri Wulandika, ST